Text
Milk Tea Alliance: Gerakan Sosial-Politik Masyarakat Global di Era Media Sosial
Penulis sangat mempercayai apa yang dikatakan Martha Finnemore tentang konstruktivisme, bahwa hendaknya interaksi antar manusia dilandasi oleh faktor-faktor ideasional, tidak hanya faktor material semata. Dalam konteks hubungan internasional, dapat dimaknai bahwa interaksi dalam hubungan internasional tidak hanya mementingkan tentang siapa saja aktornya, tetapi juga apa ide yang melandasi para aktor tersebut berinteraksi. Pendeknya, dalam pandangan konstruktivisme, ide lebih penting dibandingkan aktor. Pertukaran ide dalam hubungan internasional dapat dilihat pada gerakan Milk Tea Alliance, sebuah gerakan aktivisme masyarakat melalui media sosial Twitter yang berkembang di Asia dengan ide untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Adanya krisis demokrasi di negara Taiwan, Thailand, Hong Kong, dan Myanmar membuat gerakan ini menjadi besar di Twitter dengan pertukaran ide yang menghasilkan kesamaan persepsi dan perilaku publik global. Hal ini menjadi menarik bagi saya, karena ini adalah sebuah varian baru dalam interaksi hubungan internasional, yang tidak hanya mementingkan interaksi aktor antar pemimpin negara saja, tetapi juga interaksi antar warga masyarakat global melalui perantara media sosial Twitter.
Tidak tersedia versi lain