/var/www/html/htdocs/lib/SearchEngine/SearchBiblioEngine.php:688 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\SearchBiblioEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(sb.biblio_id) from search_biblio as sb where sb.opac_hide=0 and ((match (sb.author) against (:author in boolean mode)))" "query" => "select sb.biblio_id, sb.title, sb.author, sb.topic, sb.image, sb.isbn_issn, sb.publisher, sb.publish_place, sb.publish_year, sb.labels, sb.input_date, sb.edition, sb.collation, sb.series_title, sb.call_number from search_biblio as sb where sb.opac_hide=0 and ((match (sb.author) against (:author in boolean mode))) order by sb.last_update desc limit 10 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ ":author" => "'+Lee Da Rang'" ]
Mungkin kita berpikir kecemasan dan ketakutan adalah emosi negatif yang seharusnya tidak kita rasakan. Padahal, sebenarnya itu adalah emosi normal yang dimiliki semua orang, dan merupakan sumber kekuatan untuk melindungi diri. Boleh dikatakan orang dapat bertahan dan melanjutkan hidup karena memiliki kecemasan dan ketakutan. Secara khusus, anak-anak merasa cemas, takut, dan panik sebagai bagian…