Text
Sejarah Perjalanan KONI 1938-2019
PASANG surutnya prestasi olahraga sebuah negara memang tak lepas dari kinerja organisasi cabang olahraga yang mengurusinya di negara tersebut. Semakin canggih dan solid organisasi cabang olahraga, umumnya akan berbanding lurus dengan prestasi olahraga negara yang bersangkutan. Setali tiga uang dengan prestasi olahraga Indonesia di level internasional saat ini, gambarannya tak jauh berbeda dengan wajah organisasi olahraga yang menanganinya. Komite Olahraga Nasional Indonesia CONI) Pusat selaku stakeholder yang dipercaya sebagai pusat pengendali pembinaan olahraga di Indonesia menyadari betul dengan tugas berat yang dipikulnya. Perjalanan sejarah terbentuknya pun seolah mengikuti dinamika pemerintahan Republik donesia. Presiden Soekarno lewat Keputusan Presiden No.143 A dan 156 A tahun 1966 mengukuhkan terbentuknya KONI. Selang setahun saat tampuk pemerintahan beralih ke Presiden Soeharto muncul lagi SK baru yang menggugurkan SK sebelumnya. Lewat SK No 57 tahun 1967 yang dikeluarkan Presiden Soeharto. Yang dipercaya sebagai ketua tetap Sri Sultan Hamengku Buwono IX.
Kendati begitu cikal bakerbentuknya organisasi ini sejatinya sudah diperlihatkan sejak sebelum Indonesia merdeka. Tepatnya di tahun 1938, di tengah keresahan terhadap diskriminasi penggunaan sarana olahraga, para pemuda Indonesia di Solo mendirikan Ikatan Sport Indonesia (ISI). Seiring perjalanan waktu, nama organisasi ini terus berubah. Dari ISI berubah menjadi PORI satuan Olahraga Republik Indonesia), berubah lagi menjadi KORI (Komite Olimpiade Republik onesia), berikutnya diubah menjadi KOGOR (Komando Gerakan Olahraga), berlanjut ke DEPORA partemen Olahraga) dan DORI (Dewan Olahraga Republik Indonesia), hingga akhirnya nama KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) menjadi pilihan hingga saat ini. Lewat buku " Sejarah Perjalanan KONI 1938-2019" tergambar jelas pasang surutnya prestasi olahraga Indonesia dengan berbagai konstelasi politik dalam negeri yang mengiringi perjalanannya.
Tidak tersedia versi lain